Perhatikan…TUHAN ITU SANGAT BAIK, bagaimanapun keadaan kita.

Mazmur 107:1

Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Firman tersebut terasa sangat memerintah…itu kalau kita tidak melihat dari kaca mata hukum kasih karunia. Seringkali manusia merasa dingin-dingin saja kepada kebaikan TUHAN yang kekal itu. Kenapa? Karena fitnah si iblis jahat. Dari awal sekali si jahat sudah memfitnah TUHAN kepada manusia…bahwa TUHAN itu tidak baik. Untuk itu saya mengajak kita semua untuk mengenal lebih baik Bapak kita, Allah kita yang sangat baik itu. Kita lihat fitnah si jahat kepada salah satu manusia pertama (Hawa) tentang sifat Tuhan;

Mazmur 3:1 – 5

1 Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: “Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?”

2 Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: “Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,

3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati.”

4 Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: “Sekali-kali kamu tidak akan mati,

5 tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat.”

Setelah kita membaca Kejadian pasal yang ke 3 (Tiga) ayat yang pertama sampai yang kelima itu sekarang mari kita Highlight kalimat fitnah si setan jahat itu, yaitu : “…tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, …” Disini si jahat berfitnah bahwa TUHAN tidak sepenuhnya mengasihi manusia, TUHAN tidak mau manusia mencapai potensinya yang tinggi…

Sekarang mari kita lihat Firman yang berikutnya :

Kejadian 1:26 – 27

26 “Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, …”

27 “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, …”

Nah…sudah jelas karena TUHAN sangat mencintai manusia; sedari awal diciptakan ternyata manusia sudah mencapai potensinya yang sejati, yaitu bahwa gambaran dan rupa manusia sudah sama seperti TUHAN. Nah…itulah kasih sayang TUHAN kita yang sebenarnya…yaitu kita manusia pada awalnya adalah sama dan serupa seperti TUHAN.

Tapi manusia jatuh oleh tipu muslihat dan fitnah si jahat dan jatuh ke dalam dosa…tetapi…setelah manusia jatuh dalam dosa apakah TUHAN tidak menyayangi manusia lagi?? Mari kita lihat Firman-Nya :

Kejadian 3:8 – 12

8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman.

9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?”

10 Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”

11 Firman-Nya: “Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?”

12 Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.”

Perhatikan…bahkan setelah manusia jatuh ke dalam dosa TUHAN pun masih berhubungan dengan manusia, masih berkomunikasi dengan manusia, bahkan TUHAN sendiri yang mencari manusia. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, secara naluriahnya manusia mengambil tindakannya sendiri yaitu menutupi dosa nya dengan akal pikiran manusia itu sendiri :

Kejadian 3:7

Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

Tetapi Tuhan melihat hal itu tidaklah baik, dan TUHAN pun turun tangan :

Kejadian 3:21

Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.

TUHAN sendiri yang membunuh binatang, mengambil kulit binatang tersebut bahkan TUHAN sendiri yang memakaikan kulit binatang tersebut kepada manusia “…lalu mengenakannya kepada mereka.”

Itulah sifat dasar TUHAN kita yang sesungguhnya…yaitu ALLAH yang baik, ALLAH yang sangat mengasihi….bahkan setelah manusia tidak kudus dan harus keluar dari taman Eden pun TUHAN tetap berhubungan dan berkomunikasi dengan manusia, padahal manusia sudah tidak kudus dan sudah jatuh dalam dosa…tapi tetap TUHAN baik. Kita lihat buktinya…Kain dan Habel (anak-anak pertama dari Adam dan Hawa di Bumi) mempersembahkan korban kepada TUHAN, tetapi TUHAN tidak mengindahkan persembahan dari Kain dan Kain pun iri dan murka di dalam hatinya, di saat itu juga TUHAN langsung memperingati Kain secara langsung dan pribadi :

Kejadian 4

5 tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.

6 Firman TUHAN kepada Kain: “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram?

7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”

Disitu TUHAN kuatir akan Kain, TUHAN sangat menyayangi Kain dan TUHAN tidak mau Kain melakukan dosa…dan TUHAN pun memperingati Kain. Tetapi Kain tetap berkeras hati dan menuruti tipu muslihat si jahat iblis dan melakukan dosa nya yaitu membunuh adik kandungnya sendiri. Dan Kain pun menjadi PEMBUNUH YANG PERTAMA DI MUKA BUMI INI. Tetapi apakah Tuhan langsung putus hubungan dengan Kain?? Sama sekali tidak!! Tuhan tetap berkomunikasi dengan Kain,

Kejadian 4:9a

Firman TUHAN kepada Kain: “Di mana Habel, adikmu itu?”

Tuhan itu Maha Tahu…sangat tidak mungkin TUHAN tidak mengetahui keberadaan dan keadaan Habel pada saat itu, tapi disini TUHAN ingin menjangkau manusia dan ingin manusia (Kain) menyesal dan mengakui perbuatan/kesalahannya itu. Tetapi tetap manusia/Kain berkeras hati…Kain menjawab

Kejadian 4:9b

Jawabnya: “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?”

Jawaban Kain ini pada suatu saat sangat mengejutkan saya, jawaban seperti ini bagi saya adalah kalimat yang sangat tidak lazim keluar dari mulut manusia kepada sosok Illahi. Saya berfikir, kenapa Kain menjawab seperti itu, jawabannya tidak lama saya dapatkan…jadi ternyata dari semenjak Adam dan Hawa keluar dari Taman Eden sampai seterusnya TUHAN tetap berhubungan erat dan berkomunikasi secara konstan dengan manusia (Adam, Hawa, Kain dan Habel)…respon Kain itu saya Analogi kan seperti ini : sama seperti ketika kita sedang disuruh oleh orang tua kita melakukan sesuatu, sedangkan kita sedang asik dalam kegiatan kita yang lainnya…pada umumnya sebagai manusia yang sudah sangat mengenali orangtua nya akan merespon “…ia sebentar lagi…ini sebentar lagi beres!!!” Sungguh Luar biasa TUHAN kita, bahkan setelah manusia keluar dari Taman Eden pun TUHAN tetap berinteraksi dan berkomunikasi dengan manusia secara intens sehingga bisa tercipta suatu hubungan yang seperti itu. Kita lihat lagi respon Kain selanjutnya setelah TUHAN memberikan konsekuensi atas tindakannya itu, oleh karena Kain sudah sangat mengenal TUHAN Kain pun sebagai PEMBUNUH PERTAMA DI MUKA BUMI tidak segan-segan meminta bantuan lagi kepada TUHAN;

Kejadian 4

13 Kata Kain kepada TUHAN: “Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung.

14 Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku.”

Dan TUHAN yang sangat baik pun sangat mengerti akan jeritan hati Kain dan iba kepada keluhan Kain itu, maka TUHAN pun bertindak :

Kejadian 4:15

Firman TUHAN kepadanya: “Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat.” Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapapun yang bertemu dengan dia.

Coba bayangkan…LUAR BIASA!!! Tuhan kita adala Ayah yang luar biasa baik dan penyayang…

Sekarang coba kita bayangkan sejenak…

SEANDAINYA KEBAIKAN ALLAH KEPADA KITA DITENTUKAN OLEH KEBAIKAN2 KITA??? Bagaimana nasib kita???

5 thoughts on “Perhatikan…TUHAN ITU SANGAT BAIK, bagaimanapun keadaan kita.

    • Itu tidak betul.
      Pada dasarnya yang Allah Bapa mampu lakukan, yang Allah Bapa mampu berikan….adalah mengasihi kita anak2-Nya.
      Segala hal2 tidak baik yang kita alami saat ini, segala hal2 yang buruk yang kita alami saat ini….tidak lain adalah efek samping dari tindakan/keputusan kita sendiri yang salah pada masa lalu.
      Tapi ingat…di setiap apapun masalah/hal buruk yang terjadi…Allah Bapa mampu membuatnya menjadi sesuatu yang luar biasa baik.

      Anak-Nya satu2-Nya pun di kirim untuk kita semua pada saat kita semua dalam keadaan berdosa…bukan di saat keadaan kita suci maupun kudus…tapi pada saat kita berdosa.

      GALATIA 3:29
      Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.

      Kenali Allah Bapa lebih baik lagi…
      Jangan sungkan2 kalau ada pertanyaan atau mau sharing…SMS aja ke 08987900976 (Obet)

      God loves you.

  1. Dear all..
    Aku sangat suka membaca artikel khotbah ttg Kasih Karunia Yesus dlm web ini..kiranya semua yg terlibat dlm web ini dapat memuat lebih byk lagi khotbah kasih karunia Ps. Joseph Prince dlm bhasa indonesia.. Tuhan Yesus memberkati kita smua..

Kami sangat ingin mendengar anda, GBu.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s