Kehidupan Yang Kekal

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Yohanes 3:16

Apakah tujuan Allah mengaruniakan Anak-Nya? Apakah tujuan pengorbanan Yesus di kayu salib ? Menurut ayat  di atas adalah supaya setiap orang yang percaya kepada Kristus memperoleh hidup yang kekal. Apa yang dimaksud hidup yang kekal ? Apa yang dimaksud tidak binasa ?

Hidup yang kekal sebenarnya bukan hanya kehidupan masa depan di sorga. Tapi kehidupan baru saat percaya kepada Yesus Kristus. Kita lihat apa kata Tuhan Yesus tentang hidup yang kekal :

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Yohanes 17:3

Ternyata hidup yang kekal itu adalah mengenal Allah !!! Jadi, hidup yang kekal bukan nanti masuk sorga. Sorga adalah bagian dari hidup yang kekal. Hidup yang kekal lebih dari masuk sorga. Lho, kalau begitu apa yang dimaksud mengenal Allah ?

Yang kukehendaki ialah mengenal Dia…. Filipi 3:10

Amplified bible menjelaskan mengenal Allah adalah : “semakin lebih dalam dan intim mengenal Dia, memahami dan mengenali dan memahami keajaiban PribadiNya secara lebih kuat dan lebih jelas”

Mengenal Allah adalah keintiman dengan Allah…Bersatu dengan Allah…berjalan bersama dengan Allah. Itulah sebenarnya tujuan ilahi bagi setiap orang yang percaya. Itulah panggilan tertinggi kita: “bergaul dengan Allah”

Satu tokoh alkitab yang disebut pertama kali bergaul dengan Allah adalah Henokh.

Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah. Kej 5:24

Terjemahan Amplified Bible menyatakan bahwa Henokh berjalan bersama Allah sebagai suatu persekutuan yang terus menerus (habitual).  Keintiman Allah dengan Henokh dilanjutkan dalam keintiman tanpa batas, Henokh dibawa ke sorga, tinggal selamanya dengan Allah. Tidak lagi dibatasi oleh tubuh, tempat dan waktu.

Kalau kita tahu apa yang menjadi tujuan dan kerinduan Allah bagi hidup kita (yaitu bergaul intim dengan kita), sudahkah kita merespon-Nya…sudahkah kita berjalan bersama Dia ?

Kami sangat ingin mendengar anda, GBu.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s