DIBENARKAN ATAU MENJADI KEBENARAN?

Shalom Beloveds,

Baru sekarang Mimin berani menuangkan pikirannya sendiri di Blog ini.

Sebelumnya, pembahasan dibawah ada sedikit yang membutuhkan pemahaman Bahasa Inggris yang baik dan benar…jadi kalau Beloveds kurang mengerti boleh bertanya langsung via Blog kami ini, atau ajak kawan atau saudara Beloveds yang bisa/mengerti Bahasa Inggris membacanya bersama. Ok, kita To The Point aja….

Sudah hampir setahun ini Mimin mendengarkan –  belajar dan menerima injil Kasih Karunia; yaitu injil Yesus Kristus atau “kabar baik” tentang Yesus Kristus….

Banyak hal yg membuat Mimin tercengang secara harfiah ketika membaca kembali Firman2-Nya sekarang….dulu ketika masih di bawah Taurat banyak Firman-Nya yang membuat Mimin terasa “tertuduh”…tetapi sekarang beda….semuanya membuat Mimin benar2 merasa bersyukur…

Ada salah satu ayat yang Stuck on Mimin’s Mind….

Tapi pertama kita harus mengerti dan paham…bahwa Alkitab kita itu bukan sebuah buku yang tiba2 turun dari langit dibawa oleh sosok gaib nan suci… Alkitab kita itu adalah sebuah kumpulan tulisan2 dan surat2 dari seorang Nabi maupun Rasul pada waktu itu….dengan Bahasa Penulisan aslinya yang menurut domisili, budaya dan juga pewahyuan Allah yang kekal dan abadi; Dan pada suatu era dikumpulkan dan dirangkum menjadi suatu Buku. Berikut Penjabaran mengenai terbentuknya Alkitab menurut salah satu saudara kita :

“Lebih tepatnya Alkitab disusun oleh Bapa-Bapa Gereja pada konsili Nicea. Pada saat itu ada kira-kira 318 Uskup yang berkumpul. Perlu diketahui bahwa pada saat itu dan sekarang, Uskup-Uskup adalah orang-orang terdidik, Sarjana yang belajar metode – metode penelitian dalam waktu yang lama, peneliti dan para Filsuf. Ada  318 orang dalam konsili itu, yang melakukan penelitian dan mengkaji mengenai dokumentasi Alkitab. Kaisar Konstantin sebenarnya mengundang 1800-an, namun yang hadir hanya 318 orang. Banyak yang tidak bisa hadir karena sudah tiada saat menerima surat dan banyak yang cacat karena penganiayaan.  Mari kita mulai merenungkan angka 318 orang ini. 318 orang berkumpul, dan itu adalah Sarjana-Sarjana, Uskup yang pekerjaannya hari-hari banyakan merenung dan meneliti. Mereka berkumpul dari berbagai region, bahkan sampai diluar kekuasaan Konstantin, sehingga tidak mungkin mereka mau disetir oleh Konstantin. Dan kenyataannya, Konstantin hanya jadi “event organizer”

Jadi, tentu disana ada penelitian yang ketat, debat yang begitu riuh dan pengambilan keputusan tentu akan memiliki legitimasi ilmiah yang luar biasa besarnya. 318 orang. Bukan satu orang yang menetapkan kodifikasi, atau satu orang yang didukung beberapa pemimpin politik. Mereka bukanlah kumpulan politisi, tapi Sarjana-Sarjana yang terbiasa berpikir ilmiah. 318 adalah jumlah yang jauh lebih dari cukup untuk menilai keabsahan sebuah dokumen dari sisi “scientific codification”. Apakah ini konsensus? Ya. Karena ini adalah sebuah kodifikasi ilmiah atas dokumen-dokumen dan catatan yang tersebar, maka penalaran ini tentu akan disesuaikan dengan konsensus. Konsensus bagaimana? Konsensus yang didasarkan pada metode penelitian ilmiah. Tidak ada satupun hal ilmiah didunia ini yang tidak berdasarkan konsensus. Hanya dongeng saja yang penyusunan ceritanya dimistifikasi menjadi  semacam Tuhan yang langsung bikin kitab. Tidak ada yang benar dengan mistifikasi seperti itu. Bahkan, mereka (para Uskup) itu sama sekali tidak mengandalkan penghafalan, karena penghafalan adalah metode yang sama sekali tidak legitimate, tidak memiliki keabsahan apapun. Para uskup ini bekerja berdasarkan kritik terhadap dokumen yang mereka temukan. Mulai dari metode perbandingan korespondensi antara tulisan dengan realitas, koherensi kronologis dan penjelasannya. Juga disana ada kritik historiografi sampai heretik. Jadi, sama sekali penghafalan memang tidak diandalkan, karena penghafalan dokumen itu kemungkinan sesatnya lebih besar daripada pencatatan yang memiliki “bukti” yang bisa dilihat dan diukur oleh semua orang. Inilah keabsahan kodifikasi Alkitab secara nyata dalam konteks ilmiah.”

(Sumber : http://sapumana.blogspot.com/2012/09/keabsahan-alkitab-bible-dan-salah.html#more )

Ok…setelah membaca dan memahami penjabaran diatas; saya mau mengajak Beloveds untuk Fokus kepada salah satu Ayat di Alkitab – yaitu di 2 Korintus 5:21, demikianlah Firman-Nya :

“Dia (Yesus) yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia (Yesus) kita dibenarkan oleh Allah.”

Ok….dulu sewaktu diperkenalkan dengan ayat ini respon pertam pikiran Mimin adalah : “Ok…jadi gw yang tadinya rusak, sekarang udah ga rusak…karena pengorbanan Kristus…karena Kristus – Allah bisa NGEBENERIN gw…”

Tapi mari kita lihat atau baca terjemahan Bahasa Inggris nya…saya ambil dari King James Version… demikianlah Firman-Nya :

2 Corinthians 5:21

“For he hath made him to be sin for us, who knew no sin; that we might be made the righteousness of God in him.”

Ok…apakah Beloveds dapat melihat perbedaanya?

Sebelumnya – saya tidak akan membahas bahwa Alkitab terjemajahan Bahasa Indonesia itu ada salah terjemahan….saya sangat paham kenapa hal ini bisa terjadi. Saya yakin bahwa dahulu pada saat Alkitab diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, saya yakin pihak2 yang menerjemahkannya masih di bawah hukum Taurat atau belum mengetahui betul injil Kasih Karunia ini, dan juga pada saat itu saya yakin iblis terus memberi “tuduhan2” yang bertubi kepada para Penterjemahnya saat itu….jadi sewaktu beliau-beliau mau menerjemahkan ayat-ayat yang penuh oleh Kasih Karunia-Nya ada perasaan “tidak layak” atau “ketidak layakan” di dalam hati nya…

Maka dari itu 2 Korintus 5:21 berbunyi seperti demikian :

“Dia (Yesus) yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia (Yesus) kita dibenarkan oleh Allah.”

Tapi kita coba lihat kembali versi King James nya. Inilah Firman-Nya :

“For He hath made Him to be sin for us, who knew no sin; that we might be made the righteousness of God in Him.”

 Perhatikan : “that we might be made the righteousness of God”

Apakah Beloveds dapat melihat perbedaannya? Mari kita ulang kembali ke dua-duanya :

2 Korintus 5:21

Terjemahan Bahasa Indonesia :

“Dia (Yesus) yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia (Yesus) kita dibenarkan oleh Allah.”

King James version :

“For He hath made Him to be sin for us, who knew no sin; that we might be made the righteousness of God in Him.”

Ada perbedaan yang sangat jauh di kedua terjemahan ini;

Di terjemahan Bahasa Indonesia – oleh karena Kristus dan apa yang sudah Dia selesaikan, kita bisa “dibenarkan” oleh Allah (Fix/dibetulkan) dengan anggapan bahwa kita sebelumnya adalah “tidak benar” atau “rusak” karena dosa-dosa kita.

Tapi mari kita lihat ke terjemahan Bahasa Inggris versi King James; disitu kita bukan “dibenarkan” oleh Allah, melainkan kita “menjadi kebenaran Allah” (righteous/righteousness)

Tentang kata “kebenaran” ini izinkan saya ambil referensi ayat Firman-Nya yang lain, saya percaya ini akan memberkati semua Beloveds….

Matius 6:33 (Terjemahan Bahasa Indonesia)

“Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”.

Sekarang mari kita lihat terjemahan Bahasa Inggris versi King James nya

Matthew 6:33

“But seek ye first the kingdom of God, and His righteousness; and all these things shall be added unto you.”

Ok…di dalam Terjemahan Bahasa Indonesia, agar semuanya itu dapat/boleh ditambahkan-Nya kepada kita ~ kita harus mencari dahuluu kerajaan-Nya dan kebenaran-Nya. Di Terjemahan Bahasa Indonesia ini seringkali orang yang membacanya lebih mengartikan kebenaran-Nya itu dengan His Truth atau God’s Truth. Itu sama sekali salah, padahal yang Yesus maksudkan di dalam Surat Matius adalah kebenaran-Nya dengan Bahasa Inggrisnya adalah His Righteousness/God’s Righteousness, bukan His Truth/God’s Truth.

MATIUS 6:33 seringkali dipakai Pengkotbah-Pengkotbah dengan maksud agar para Jemaat bertekun dengan keras mencari God’s Truth, supaya dengan harapan semuanya itu akan ditambahkan lagi oleh Allah….dan kata “semua” dan “ditambahkan” nya pun lebih dicondongkan ke arah Berkat/Materi/Uang!!! Padahal bukan itu yang dimaksudkan Yesus…

Yang Yesus maksudkan adalah agar kita mencari His Righteousness/God’s Righteousness, dengan harapan agar kita “mendapatkannya”. Bagaimanakah cara mendapatkan His Righteousness/God’s Righteousness? Apakah ada Trik nya? Ada kiat-kiat nya? SAMA SEKALI TIDAK ADA!! His Righteousness/God’s Righteousness atau kebenaran-Nya hanya dapat di anugerahkan atau diberikan oleh Empunya!!! Dan yang Empunya kebenaran pun harus berkorban begitu luar biasa besar supaya Dia dapat memberikannya dengan cuma-cuma!!!

2 Korintus 5:21

“For He hath made Him to be sin for us, who knew no sin; that we might be made the righteousness of God in Him.”

“Oleh karena Kristus yang tidak mengenal dosa telah dibikin menjadi dosa oleh Allah untuk kita – maka kita dapat dijadikan Kebenaran Allah di dalam Kristus

Haleluya!!! Saya percaya Beloveds akan berkata WOW sambil SALTO!!! J

Ok…kembali lagi ke MATIUS 6:33, apa yg dimaksud oleh Yesus dengan “semua” dan “ditambahkan” itu? Apakah benar Yesus berbicara tentang Berkat/Materi/Uang?? Kabar baiknya BUKAN ITU SAJA Beloveds….Materi dan Uang itu adalah HAL YANG SANGAT KECIL.

COBA TOLONG FAHAMI  DAN COBA TOLONG KENALI Allah Bapa kita :

  1. Anak-Nya yang Tunggal dan yang terkasih yaitu Yesus Kristus diberikan-Nya kepada kita secara Cuma2
  2. Anak-Nya yang Tunggal dan yang terkasih yaitu Yesus Kristus dijadikan-Nya berdosa untuk kita, supaya kita menjadi His Righteousness/God’s Righteousness

Dengan dua keterangan itu saja apa mungkin Allah Bapa tidak akan memberikan kita duit??

Dengan dua keterangan itu saja apa Saudara/I masih dipusingkan oleh duit??

Saya yakin dan percaya akan banyak pola pikir yang diubahkan oleh Roh Kudus melalui postingan Mimin ini, dan saya akan ”menggantung”kan Postingan saya ini cukup sampai disini….

Wassalam🙂

Kami sangat ingin mendengar anda, GBu.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s