Menghormati Pemimpin

https://i0.wp.com/4.bp.blogspot.com/_-HE1lR1mlb8/TUJu45EIgMI/AAAAAAAAEA4/JEqIio3_iwQ/s1600/BoySaluteAP_450x350.jpg

MENGAPA KITA MENGHORMATI PEMIMPIN?

Pada dasarnya kita anak-anak’Nya melakukan segala sesuatu di dunia ini karena Dia telah lebih dahulu melakukan segala sesuatu untuk kita semua, untuk itu kita pun secara otomatis mencintai Dia. Bukan karena apa yang dapat kita perbuat, melainkan karena apa yang Dia sudah selesaikan di kayu salib untuk kita. Oleh karena inisiatif-Nya maka kita secara otomatis bersukacita untuk melakukan semua Perintah-Nya (karena kita mengasihi-Nya, bukan karena kita ingin diberkati).

Yoh 14:21  Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya.”

Jadi karena kita mengasihi Dia kita pasti memegang dan melakukan semua Perintah-Nya untuk kita, formatnya bukan karena kita ingin diberkati tapi karena kita memang mengasihi-Nya. Oleh karena itu kita tidak akan lagi pusing untuk mendapatkan berkat, karena berkat hanyalah Anugerah, sesuatu yang otomatis dimiliki atau dipunyai orang-orang yang mengasihi-Nya. Karena segalah hasil dari apa yang kita upayakan itu bukanlah berkat, melainkan upah. Sebab ada tertulis “upah mu besar di Sorga”

Yak 1:17  Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.

Jadi sudah jelas bahwa kita anak-anak yang mengasihi-Nya akan selalu hidup di dunia ini melalui berkat kepada berkat yang lain; kita memegang dan melakukan semua Perintah-Nya bukan untuk memperoleh berkat bukan juga untuk mendapatkan upah. Karena berkat kita adalah anugerah dari-Nya, dan upah kita besar di Sorga.

Termasuk di dalam seluruh Perintah-Nya adapun yang berhubungan tentang Menghormati Pemimpin, ditegaskan oleh Rasul Paulus kepada Jemaat di Ibrani :

Ibr 13:17  Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

Dan sebelumnya pun Yesus sudah menegaskan Posisi Pemimpin di dunia ini kepada orang-orang Farisi yang bermaksud untuk menjerat Yesus :

Mat 22:15-17 Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?”

https://i0.wp.com/stat.kompasiana.com/files/2010/06/pharisees21.jpg

Kaum Farisi, tergantung dari waktunya, adalah sebuah partai politik, sebuah gerakan sosial, dan belakangan sebuah aliran pemikiran di antara orang-orang Yahudi yang berkembang pada masa Bait Suci Kedua (536 SM70 M). Hubungan antara kaum Farisi dengan Yudaisme Rabinik adalah demikian erat sehingga banyak orang tidak membedakan keduanya. Dari literatur rabinik, kaum Farisi digambarkan sebagai pengamat dan penegak hukum Taurat yang sangat teliti, dalam gulungan naskah-naskah Laut Mati, kaum Farisi dikatakan sebagai kaum yang suka mencari dan memerhatikan hal-hal yang sangat kecil. Mereka menjadi pengamat pelaksanaan hukum yang sangat teliti, karena mereka memiliki kerangka berpikir bahwa Allah mencintai orang yang taat hukum dan menghukum yang tidak patuh. (Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Farisi )

Jadi, sudah pasti orang-orang Farisi adalah orang-orang yang sangat faham akan Hukum Agama, Hukum Kenegaraan dan Hukum Sosial pada saat itu; dan apabila Yesus memberikan jawaban yang salah menurut kesemua Hukum yang mereka fahami – mereka akan dengan mudah menjerat Yesus menurut Hukum yang berlaku saat itu.

Namun Hikmat yang Yesus miliki bukanlah Hikmat dunia, Yesus memiliki Hikmat Sorgawi yaitu Hikmat Allah Bapa. Maka Yesus pun meresponi pertanyaan orang Farisi tersebut :

Mat 22:18-21 Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: “Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya. Maka Ia bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

 Jawaban Yesus tersebut sangatlah sempurna dari segi manapun, karena Dia memakai Hikmat Sorgawi. Oleh jawaban-Nya tersebut para Farisi tidak memiliki celah sedikitpun untuk menjerat Yesus. Dan jawaban Yesus pun terhitung sangat Kontroversi, karena dari urutannya Yesus mendahului Kaisar dari Allah dalam hal kewajiban. Karena Yesus sangat mengetahui bahwa semua manusia pada umumnya akan selalui mengalami kesulitan di dalam memenuhi kewajibannya kepada Allah, dan Yesus sangat mengasihi semua manusia – Dia tidak mau ada penghakiman di dalam nurani manusia. Di dalam penempatan urutan tersebut pun kita dapat melihat keinginan besar Yesus supaya kita mentaati dan menghormati Pemimpin kita, selayaknya kita orang-orang yang sangat mengasihi dan mencitai Yesus maka kita akan menghormati para Pemimpin kita yang sah menurut Kasih Karunia-Nya untuk kita.

Kutip : “Semua agama berusaha untuk menyenangkan Tuhan. Apakah kekristenan juga sama? Haruskah kita menyenangkan Tuhan agar bisa menerima anugerah-Nya? Seorang Muslim yang taat akan merasa bersalah ketika ditengah bulan Ramadhan, bulan puasa, rasa lapar menguasai dirinya dan akhirnya ia makan sebelum waktu buka puasa tiba. Allah tidak senang dengan hal itu. Orang Budha merasa bersalah karena tidak melakukan meditasi atau tidak berada ditempat saat para biksu datang untuk memberikan kesempatan berdana secara rutin. Orang Hindu kuatir dewa-dewa akan marah bila kuil ibadah dan doa-doa yang telah ditentukan diabaikan. Apakah dia akan mendatangkan murka para dewa? Orang Kristen dihantui oleh kegagalan, bertanya-tanya apakah Tuhan tidak menjawab doanya karena dia masih ada dosa yang disembunyikan. Oh, dia mencoba untuk bertobat dan bahkan didoakan oleh pendeta terkenal. Namun, pencobaan itu masih ada. Kalau begitu Allah tidak dapat disenangkan.

Kenyataannya, model bisnis dari agama terletak pada dua konsep berikut ini: Tuhan yang tidak senang dan kesadaran akan kesalahan. Setiap rabi, pastor, mulah, pendeta atau biksu yang dihormati harus tahu bagaimana caranya menegakkan gagasan tentang ketidakpuasan ilahi dan meningkatkan kesedihan yang mendalam dari hati nurani yang bersalah.

Itulah caranya agar orang tetap terikat dalam agama. Tentu saja, Yesus telah menghancurkan model bisnis agama tersebut. Dengan satu pengorbanan, sekali untuk selamanya, Dia pergi dengan segala ketidaksenangan Allah, membuang dosa dengan pengorbanan diri-Nya.”

– Pastor Peter Youngren (http://globalgracenews.org)

APA GUNANYA KITA MENGHORMATI PEMIMPIN?

https://i1.wp.com/1.bp.blogspot.com/-apEnLDySkfg/UGcI8lmdRxI/AAAAAAAAB3I/L6fWH3wELNk/s1600/zaman_berubah_sopan_santun_tidak-778531.jpg

Pada dasarnya kegunaannya akan selalu baik dan positif, namun kegunaannya disini lebih cenderung ke arah hubungan antar manusia dan di dalam kehidupan di dunia ini. Karena dari pihak Allah sudah menyatakan bahwa Allah sudah tidak memiliki masalah/dendam apapun terhadap manusia, hal itu sudah Dia buktikan dengan menganugerahkan secara cuma-cuma (freely) Heaven’s Best kepada seluruh manusia (yaitu Yesus Kristus Anak-Nya yang Tunggal). Oleh karena kehendak Bapa-Nya itulah Yesus menempatkan kewajiban kepada Kaisar (Pemimpin/Pemerintah) di urutan pertama.

Yoh 12:49  Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.

Melihat pernyataan-pernyataan Yesus tersebut kita bisa memahami bahwa Allah Bapa sangat menginginkan kita untuk menghormati Pemimpin kita.

Lalu, kalau Berkat itu merupakan suatu Anugerah yang cuma-cuma dari Allah Bapa melalui Kristus apa kegunaan menghormati Pemimpin bagi kita? Kalau kita tidak menghormati Pemimpin, apakah Allah akan menghukum kita? Apakah Allah akan murka kepada kita? Apakah Dia akan mengutuk kita?  Untuk pertanyaan tersebut Rasul Paulus dapat menjawab nya dengan sempurna menurut Hikmat Sorgawi :

Ibr 13:17  Taatilah pemimpin-pemimpinmu dan tunduklah kepada mereka, sebab mereka berjaga-jaga atas jiwamu, sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab atasnya. Dengan jalan itu mereka akan melakukannya dengan gembira, bukan dengan keluh kesah, sebab hal itu tidak akan membawa keuntungan bagimu.

Jadi kegunaannya hanya satu di dalam konteksnya atas kehidupan kita di dunia ini dan hubungan antar sesama manusia, yaitu untuk membawa keuntungan bagi kita.

Hal tersebut sangatlah sederhana, contoh :

  1. Di saat kita memerlukan bantuan dari Kakak kita untuk mengerjakan Tugas, tetapi di dalam keseharian kita kurang atau tidak menghormati dia selayaknya Kakak kita sudah pasti beliau akan setengah hati atau bahkan tidak mau membantu kita
  2. Di saat kita memerlukan bantuan dari Dosen Pembimbing kita untuk menyelesaikan Skripsi, tetapi di dalam keseharian kita kurang atau tidak menghormati dia selayaknya Dosen Pembimbing kita sudah pasti beliau akan setengah hati atau bahkan tidak mau membimbing kita
  3. Di saat kita membuka Usaha tetapi kita tidak menghormati dan tidak mengikuti Undang-Undang yang sudah di tetapkan oleh Pemimpin/Pemerintah, sudah pasti ke depannya usaha kita akan menemui kendala Legalitas bahkan kemungkinan besar dapat di tutup oleh Pemerintah demi Hukum Negara yang berlaku, dan kitapun dapat di Denda bahkan di Hukum oleh Negara karena Pelanggarn Hukum

Contoh di atas adalah hal yang sangat merugikan diri kita dan kehidupan kita di dunia ini, semua berasal dari satu tindakan yaitu : Tidak Menghormati Pemimpin.

Kenry Pratt Fairchild dalam “Dictionary of Sociologi and Related Sciences”.
Pemimpin dapat dibedakan dalam 2 arti :

  1. Pemimpin Arti Luas, seorang yang memimpin dengan cara mengambil inisiatif tingkah laku masyarakat secara mengarahkan, mengorganisir atau mengawasi usaha-usaha orang lain baik atas dasar prestasi, kekuasaan atau kedudukan.
  2. Pemimpin Arti Sempit, seseorang yang memimpin dengan alat-alat yang menyakinkan, sehingga para pengikut menerimanya secara suka rela

Sumber: (http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/2077075-definisi-pemimpin/#ixzz2Dy2ulKxA)

Definisi Rasul Paulus terhadap seorang Pemimpin adalah : “Orang (manusia) yang diharuskan/ditugaskan untuk berjaga-jaga dan bertanggung jawab atas jiwa kita (orang-orang yang dipimpin) – Ibr 13:17

Tugas tersebut adalah Tugas yang sangat berat yang dapat diemban oleh seorang manusia, berbagai macam godaan, tudingan, penghakiman dan sandungan akan senantiasa menghampiri seorang Pemimpin yang bertugas.

https://i1.wp.com/bem.pefe.ui.ac.id/wp-content/uploads/2012/08/pemimpin.jpg

Menurut Rasul Paulus dengan beban dan resiko seberat itu ditambah dengan tidak adanya penghormatan dari orang-orang yang dipimpinnya akan membuat hatinya tidak berbahagia dan penuh kelah kesah, dan kualitas nya di dalam bertugas pun akan sangat terpengaruh bahkan menurun. Dimana hal itu terjadi, akan banyak ketidak beruntungan yang akan dialami oleh orang-orang yang dipimpinnya.

Dan kita yang masih hidup di dalam dunia ini tidak mau mengalami hal tersebut, kita mau memiliki seorang Pemimpin yang senantiasa berbahagia dalam menjalankan tugasnya dengan baik dan luar biasa. Sehingga dia senantiasa berjaga-jaga dan bertanggung jawab atas jiwa kita dan mendatangkan keuntungan-keuntungan bagi kita.

SIAPA SAJA YANG DIMAKSUD PEMIMPIN?

https://i1.wp.com/www.beyondintractability.org/cic_images/aha/Leaders.jpg

Secara Gender, di Alkitab Allah seringkali mengangkat Pemimpin dari Kaum lelaki. Namun Allah pun pernah mengangkat seorang Pemimpin Perempuan (Nabiah). Kutip Wikipedia : mereka digambarkan dengan paham Nabi perempuan yang layaknya sebagai Nabi laki-laki, Mereka berfungsi serupa dengan Nabi-Nabi laki-laki. menurut Talmud ada tujuh perempuan yang dihitung sebagai Nabiah yang dilihat dari sejarah yang mencolok, yaitu: Sarah, Maria, Debora, Hannah (ibu dari Nabi Samuel), Abigail (istri Raja Daud), Hulda (zaman Nabi Yeremia), dan Ester. Sedangkan di dalam Rashi sendiri ada beberapa wanita yang disebut sebagai Nabiah seperti Rebeka, Rahel, dan Lea.

Intinya, semua Pemimpin di dunia ini (manusia) diangkat oleh Allah sendiri secara langsung maupun tidak langsung. Dan dimana Dia mengangkat seorang Pemimpin dari Kaum Perempuan, fungsinya sama sepertii seoarng Pemimpin laki-laki.

Lalu bagaimana dengan Pemimpin-Pemimpin yang tidak baik? Apakah Allah juga yang mengangkat mereka? Jawabannya : Ya. Allah yang mengangkat mereka, namun hal-hal yang tidak baik yang dilakukan/dihasilkan oleh Pemimpin tersebut bukanlah berasal dari Allah melainkan dari Pemimpin itu sendiri. Hal tentang Pemimpin yang tidak baik dapat kita lihat di Alkitab khususnya di zaman Perjanjian Lama tentang Raja-Raja Israel. Contoh yang paling mencolok adalah Raja Saul, dia diangkat menjadi Raja Israel adalah Allah sendiri melalui Nabi-Nya. Namun kita semua umumnya tahu dan hafal kisah kehidupan Raja Saul. Juga Raja Daud, Allah sendiri yang mengangkat dia sebagai Raja umat Israel melalui Nabi-Nya. Bahkan salah satu sebutan Yesus itu adalah Anak Daud, tapi kita semua tahu bahwa Raja Daud pernah menyebabkan salah seorang Prajuritnya untuk mati supaya Raja Daud bisa menikahi Istrinya itu yang pernah dia intip saat mandi. Contoh berikutnya, Petrus si Batu Karang dia Rasul besar bagi banyak Gereja-Nya, diapun pernah menyangkal Yesus tiga kali.

Jadi sudah jelas, bahwa seluruh Pemimpin di dunia ini (manusia) yang sudah pernah ada dan yang akan ada nanti adalah atas seizin Allah dan Allah sendiri yang mengangkat mereka secara langsung maupun tidak langsung. Tetapi segala hal yang tidak baik yang dilakukan/dihasilkan oleh Pemimpin tersebut bukanlah berasal dari Allah.

Rom 8:28  Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Orang percaya sudah pasti mengerti, tahu dan mengakui bahwa Tuhan lah Pemimpin kita

Mat 23:10 Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.

Yesus menegaskan di ayat tersebut, bahwa kita yang Dia jadikan pemimpin tidak boleh menyebut diri kita sendiri pemimpin. Dalam kata lain kita tidak boleh mengangkat diri kita sendiri sebagai Pemimpin, karena hanya Dia lah yang bisa dan hanya Dia yang mampu mengangkat seseoarang untuk menjadi Pemimpin atau wakil-Nya di dunia ini. Dan Pemimpin sejati kita, yaitu Pemimpin Agung hanyalah Allah Bapa, Tuhan Yesus Kristus dan Roh Kudus.

Lalu kenapa Allah mengangkat Pemimpin atau Wakil bagi-Nya di dunia ini? Rasul Paulus menyatakannya kepada Jemaat di Efesus :

Efe 2:10  Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Ya, Allah mau agar buatan-buatan Nya (kita manusia) untuk melakukan hal-hal yang baik yang Allah sudah persiapkan atau perlengkapi sebelumnya. Jadi sebelum kita ada di dunia inipun Allah sudah menaruh hal-hal yang dapat membuat kita melakukan hal-hal yang baik supaya kita semua dapat hidup di dalam semua kebaikan-kebaikan itu.

Lalu siapakah Pemimpin-Pemimpin yang Allah sudah angkat itu?

Di dalam ruang lingkup paling kecil yaitu di dalam Rumah Tangga, Pemimpinnya adalah Kepala Rumah Tangga (Ayah atau Suami), di dalam ruang lingkup bermasyarakat Kepala RT, Kepala RW, Kepala Desa, Kepala Kecamatan dan Kelurahan sampai ke Walikota dan diteruskan sampai ke Pemimpin Negara yaitu Presiden ata Raja. Di dalam ruang lingkup Pendidikan yaitu Ketua Kelas, Ketua Angkatan Fakultas, Ketua Organisasi, Dosen sampai ke Rektor. Dan banyak lagi contoh-contohnya yang lain; semua orang-orang itu adalah orang-orang yang Allah izinkan dan Allah angkat sebagai Pemimpin atau Wakil-Nya untuk sebuah Kelompok atau Golongan manusia.

Lalu bagaimana apabila para Pemimpin yang harus kita hormati itu bukan orang Percaya (beda Agama)?

Kita kembali lagi ke Perintah Yesus tentang menghormati Pemimpin :

Mat 22:21b  … Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

Hal ini pada saat itu sudah pasti merupakan pernyataan keras bagi orang Farisi, karena bagi orang Yahudi semua orang Non-Yahudi (apapun agamanya) itu adalah Kafir dan tidak ada artinya, bahkan seringkali mereka menyamakan orang-orang Non-Yahudi itu dengan lembu. Kemungkinan besar pada saat itu banyak orang Yahudi yang rutin membayar pajak kepada Kaisar oleh karena motif ketakutan, bukan penghormatan (karena bagi mereka semua Non-Yahudi adalah Kafir dan tidak mempunyai arti). Tetapi pada saat itu Yesus memerintahkan supaya orang Yahudi menghormati Kaisar dengan menunaikan kewajiban kenegaraan yang berlaku saat itu (pajak kepada Kaisar) adalah sebuah Pernyataan yang sangat menyinggung paham dan kebudayaan Yahudi dengan sangat keras.

Jadi bagaimanapun dan apapun kondisi Pemimpin yang Allah sudah angkat bagi kita, Allah mau supaya kita menghormati beliau-beliau itu. Dengan tujuan agar para Pemimpin itu dapat bekerja dengan hati bahagia tanpa keluh kesah. Agar para Pemimpin itu senantiasa berjaga-jaga dan bertanggung jawab atas jiwa kita dengan bahagia; dan terus membawakan keuntungan-keuntungan terhadap kita yang dipimpinnya.

Semua ini meruncing kepada satu tujuan yaitu supaya kehendak Allah terpenuhi, apakah kehendak-Nya itu?

Yoh 6:40  Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”

Oleh karena Dia telah mengasihi kita dengan luar biasa, dan Dia pun sudah membuktikan Kasih-Nya yang radikal kepada kita di kayu salib. Maka dengan otomatis kita mengasihinya dengan menjalankan dan menjaga semua Perintah-Nya, yaitu salah satunya kita menghormati pemimpin-pemimpin kita yang sudah Dia angkat untuk kita. Dengan itu pemimpin-pemimpin kita akan menjalankan tugas-tugasnya untuk kita dengan hati bahagia dan tanpa keluh kesah, juga dia akan mebawa banyak keuntungan-keuntungan untuk kita.

Dari situ dia akan melihat, memperhatikan dan mengakui bahwa ada sesuatu yang berbeda di dalam diri dan kehidupan kita (kesaksian hidup). Hatinya akan dapat dengan mudah terbuka bagi kita di dalam memberitakan Kabar Baik (injil), karena dia mengakui bahwa kita memiliki Kesaksian Hidup yang baik. Karena apabila Kesaksian Hidup kita tidak baik akan dapat membentuk sebuah Opini : “Orang Kristen itu hidupnya tidak baik”, dan disaat kita memberitakan Kabar Baik (injil) kepada beliau, dia akan melihat hidup kita dahulu.

Esensinya semua Perintah-Nya itu adalah Konspirasi Sorgawi agar Kehendak Allah terpenuhi untuk semua manusia :

Yoh 3:16  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Dan apakah “Hidup Yang Kekal” itu? Kapankah “Kehidupan Yang Kekal” itu?

Yoh 17:3  Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Sama seperti seorang anak yang mengenal ayahnya, demikianlah Allah Bapa ingin mempunyai hubungan tersebut dengan semua manusia. Melalui tindakan Kasih-Nya yang radikal di kayu salib hal itu dapat terpenuhi melalui Yesus Kristus.

Rom 8:15  Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: “ya Abba, ya Bapa!”

———————————————————————

IMG_20120522_104219

Ditulis oleh Adolphina Yanetta Tobing

Untuk Tugas Paper Mata Kuliah Agama

Fakultas Psikologi UNJANI – CIMAHI

Kami sangat ingin mendengar anda, GBu.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s