Mati Sebagai Gelandangan, Padahal Punya Warisan Berlimpah

TEMPO.CONew York – Pewaris kekayaan miliarder eksentrik Huguette Clark, Timothy Henry Gray, ditemukan tewas di di bawah jembatan Union Pacific Railroad, Wyoming. Ia menjadi gelandangan sampai akhir hayatnya tanpa tahu bahwa ia mewarisi kekayaan sebanyak US$ 19 juta atau sekitar Rp 183,1 miliar dari total US$ 300 juta harta Clark.

Dugaan sementara, ia tewas akibat hipotermia karena suhu mencapai 10 derajat saat itu. Letnan Bull Jeffers dari Kepolisian Evanston menyatakan tak ada tanda bahwa ia meninggal karena pembunuhan. Saat ditemukan, Gray mengenakan jaket yang sangat tipis.

SUMBER

Berita di atas bukanlah berita baru. Begitu banyak ahli waris kerajaan Allah yang tidak bisa menikmati apa yang menjadi hak-nya. Persis seperti kisah  Timothy Henry Gray,  banyak anak-anak Tuhan TIDAK TAHU bahwa dia memiliki warisan yang seharusnya dinikmati semasa di bumi.

Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah. Galatia 4:7

Memasuki tahun baru, mulailah komitmen baru untuk hidup dengan warisan yang sudah dibayarkan dengan harga yang mahal, yaitu darah Yesus.

——————————————————————————————————————–

Ditulis oleh : Ps. Saul Siagian (http://saulsiagian.com/2013/01/04/mati-sebagai-gelandangan-padahal-punya-warisan-berlimpah/)

Kami sangat ingin mendengar anda, GBu.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s