Yesus : Sebelum Umur 30 – PART 2

Ok, sekarang kita masuk bagian ke-2 dari Kisah Perjalanan Yesus sebelum umur-Nya 30 tahun, namun sebelum itu ada baiknya kalau Beloveds belum baca yang bagian Pertama dapat membacanya di Link berikut : https://bandunggrace.wordpress.com/2014/06/01/kasih-karunia-65/

Seperti yang sebelumnya, (menurut kami) kisah hidup Yesus sebelum umur 30 tahun walaupun TIDAK TERTULIS di Alkitab namun semuanya TERSIRAT di Alkitab. Apa saja yang TERSIRAT di Alkitab dari kehidupan Yesus? Salah satu indikasinya adalah Profesi Yesus yang tertulis di Alkitab adalah : Tektōn atau Produsen di dunia Pembangunan.

Dan menurut apa yang Roh Kudus tuntun kami, Yesus memiliki 2 (dua) Profesi yang tersirat di Alkitab, yang pertama adalah Tektōn, dan yang kedua adalah :

2. RABBI

Yesus disebut sebagai tukang kayu tertulis di Alkitab hanya 1 (satu) kali, namun seluruh manusia di bumi sangat meng-amini bahwa Yesus adalah benar-benar tukang kayu. Namun untuk Profesi Yesus yang satu ini semua orang bahkan orang ber-agama Kristen sekalipun sangat asing dengan Profesi Yesus yang satu ini.

Gelar Rabbi/Guru/Teacher/Master saat itu adalah Gelar yang sangat bergengsi dan terbilang memiliki “LAHAN YANG BASAH”. Para Ahli Taurat mengakui dan memanggil Yesus sebagai seorang Rabbi, dan Murid-Murid serta banyak orang seringkali tertulis di Alkitab memanggil Yesus dengan sebutan Guru/Teacher/Master. Di dalam sistem kebudayaan Yahudi saat itu Rabbi, Guru, Teacher dan Master adalah satu hal/sebutan yang sama. Dan berapa kali Yesus disebut dengan julukan itu di Alkitab? Yaitu sebanyak 54 (LIMA PULUH EMPAT) kali! Coba Beloveds bandingkan dengan sebutan tukang kayu yang hanya tertulis 1 (satu) kali di dalam Alkitab, sungguh sangat mengherankan bukan?

Lalu darimanakah seorang Yahudi pada saat itu berhak menyandang sebutan Rabbi/Guru/Teacher/Master? Hanya ada 1 (satu) jalan, yaitu melalui PENDIDIKAN!

“Lho? Jadi maksud Mimin Yesus itu sebelum umur 30 tahun ber-Sekolah?”

Ya, menurut kami begitu. Dan kamipun tidak menutup mata bahwa ada ayat-ayat di Alkitab yang dipakai beberapa orang untuk membantah bahwa Yesus pernah mengenyam Pendidikan di Bumi ini saat itu, seperti :

  • YOH 7:15  Maka heranlah orang-orang Yahudi dan berkata: “Bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar!” dan
  • YOH 1:46  Kata Natanael kepadanya: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?”

Namun sebelum kami MEMBANTAH bantahan tersebut, mari kita lihat terlebih dahulu Kurikulum Pendidikan seperti apakah yang dimiliki dan dijalani oleh orang Yahudi saat itu; dan perlu diketahui bahwa Kurikulum Pendidikan orang Yahudi ini sudah established semenjak zaman Ahli Kitab Ezra (Ezra 7:6) sampai ke saat ini.

1. BET SEFER (Rumah Buku)

Saat seorang anak Yahudi memasuki umur 6 s/d 12 Tahun – menurut Kebudayaan yang sangat kental dengan Hukum Taurat dan Ketentuan-Ketentuannya – para Orangtua sangat disarankan untuk membawa anak-anak mereka untuk memulai kehidupan Pendidikannya di Bet Sefer ini. Mereka dapat menyerahkan anak-anak mereka untuk mengenyam Pendidikan Bet Sefer ini di Sinagoga Lokal atau Rumah Ibadat Yahudi terdekat dengan tempat tinggal mereka. Karena Yesus besar di Nazareth, maka kami percaya bahwa Yesus menempuh Pendidikan Bet Sefer Nya di Nazareth. Dimana mereka diajar oleh Rabbi-Rabbi (Guru) yang bertugas di Sinagoga Lokal tersebut.

Ada satu kebiasaan yang unik di tingkat Bet Sefer ini; sebelum Pelajaran dimulai – para Rabbi biasanya akan berbicara seperti ini di hadapan para Murid; “Ya anak-anak, tidak ada hal lain yang semanis Madu…” dan disetiap meja atau tempat duduk para Murid memang biasanya sudah tersedia Madu – dan sang Rabbi melanjutkan “…sekarang cicip Madu itu.”. Sambil para Murid menyicipi Madu yang sudah tersedia, para Rabbi akan menggumamkan suatu ayat dari Mazmur 119:103 “Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku.

Lalu apa sajakah yang diajarkan di tingkat Bet Sefer ini? Mereka diajarkan keahlian-keahlian umum seperti membaca, menulis dan beberapa Pendidikan umum lainnya. Namun ada 1 Target yang harus para Murid penuhi disaat Tingkat Bet Sefer ini berakhir (umur 12 tahun) – mereka semua HARUS HAFAL DI LUAR KEPALA seluruh Kitab-Kitab Musa, yaitu : Kitab Kejadian, Kitab Keluaran, Kitab Imamat, Kitab Bilangan dan Kitab Ulangan. Semua Kitab itu saat mereka masuk umur 12 tahun HARUS BENAR – BENAR HAFAL DI LUAR KEPALA. Coba Beloveds bayangkan, kita dulu sewaktu Sekolah Minggu masih belajar lagu KINGKONG BADAN NYA BESAR – Hahahahahahahahahaha!!!

Dan perlu Beloveds ketahui, semenjak tingkat Bet Sefer semua Murid diajarkan untuk menjawa suatu Pertanyaan dengan Pertanyaan lagi, atau menjawab suatu Pertanyaan Rabbi tidak dengan jawaban langsung. Contoh :

Q : 1 + 1 = ?

A : 8 – 6

Dari cara belajar tersebut, dapatkah Beloveds melihat kemiripan dengan kebiasaan-kebiasaan Yesus? Banyak tertulis di Alkitab bahwa Yesus sering menjawab pertanyaan seseorang dengan jawaban-jawaban yang tidak langsung, Yesus sering menjawab Pertanyaan seseorang dengan Pertanyaan lagi, bahkan Yesus sering menjawab Pertanyaan seseorang dengan Perumpamaan. Hal ini sudah sangat terbiasa oleh orang-orang Yahudi karena mereka memang semenjak umur 6 tahun sudah diajarkan demikian.

Dan di Kurikulum Pendidikan Yahudi ini tidak mengenal yang namanya Tinggal Kelas atau Remedial, sekalinya mereka gagal…mereka gagal selamanya. Seperti kalau di kita; Kita dari TK lulus, SD lulus…namun sewaktu di SMP Kelas 2 kita gagal…kita gagal selamanya, tidak diperbolehkan lagi untuk mengenyam Pendidikan Formal seumur hidupnya (Pendidikan Formal saat itu adalah Pendidikan di Sinagoga, kalau di zaman Modern orang-orang Yahudi sudah banyak yang mengikuti Pendidikan Formal Sekuler). Kalau seorang Murid mampu sukses secara sempurna menempuh Tingkat Bet Sefer ini, mereka berhak melanjutkan Pendidikan selanjutnya yaitu di Tingkat :

 

2. BET MIDRASH (Rumah Belajar)

Seluruh Peserta Didik di Tingkat ini adalah BEST OF THE BEST. Jangka umur Pendidikan di Tingkat ini adalah umur 12 s/d 15 Tahun, dan diajar oleh seorang Rabbi di Sinagoga Lokal. Secara keseluruhan, cara dan kebiasaan belajar di Tingkat ini sama dengan Tingkat Bet Sefer. Namun sampai nanti mereka mencapai umur 15 tahun mereka HARUS HAFAL DI LUAR KEPALA seluruh Kitab-Kitab yang ada saat itu, yaitu dari Kitab Kejadian sampai dengan Kitab Maleaki.

Dan pada Tingkat ini banyak sekali orang-orang Yahudi yang gagal dan tidak mampu atau tidak diperbolehkan lagi untuk melanjutkan ke Tingkat selanjutnya. Karena disaat Tingkat ini selain mereka harus memiliki Totalitas didalam belajar, menurut Hukum yang berlaku para Orangtua pun diwajibkan untuk memperkenalkan dan mengajarkan Bisnis Keluarga. Karena takut-takut anak mereka gagal di Tingkat Pendidikan ini, mereka masih bisa melanjutkan hidup dengan Bisnis atau Usaha Keluarganya di kehidupan mereka selanjutnya. Jadi sudah terbayang, dengan tekanan dunia pendidikan yang sangat tinggi, ditambah tekanan keluarga, dan ditambah pula dengan hormon seorang Remaja yang sedang bergejolak…tidak mengherankan hanya sedikit orang yang mampu berhasil di Tingkat Bet Midrash ini.

Lalu, apabila mereka sanggup untuk berhasil di tingkat Pendidikan ini – mereka tidak serta merta dapat langsung melanjutkan ke Pendidikan ke Tingkat selanjutnya. Ada berbagai pertimbangan yang harus dibahas dan dipikirkan oleh Murid yang bersangkutan beserta seluruh keluarga; Pertimbangan Pendidikan Tingkat selanjutnya yaitu :

  • Biaya Pendidikan yang sangat mahal
  • Takut gagal dipertengahan jalan
  • Panggilan untuk berkeluarga dan menjalankan Bisnis/usaha Keluarga

Dan pertimbangan yang paling menentukan adalah : Ada atau tidak adanya undangan dari seorang Rabbi dii Tingkat selanjutnya. Dan Tingkat Pendidikan selanjutnya adalah :

 

3. BET TALMUD (Rumah Guru)

Di Tingkat Pendidikan ini peserta didiknya adalah lulusan dari Tingkat Bet Midrash, atau bisa juga disebut THE VERY BEST OF THE BEST. Dan mereka yang melanjutkan ke Tingkat ini harus atas persetujuan Keluarga, dan di Rekomendasikan oleh Rabbi sebelumnya ke Rabbi dari Yerusalem atau dari Bait Allah.

And gues what… ^^

Jangka umur untuk Tingkat Pendidikan Bet Talmud ini adalah 15 s/d 30 Tahun…jadi kalau dilihat sangat cocok ya dengan umur Yesus saat Yesus memulai Pelayanan-Nya di Bumi ini. Tapi mari kita lanjutkan keterangan tentang Bet Talmud ini….

Seorang Rabbi dari Bait Allah akan sangat memilah dengan hati-hati seorang Murid yang di Rekomendasikan oleh seorang Rabbi dari Sinagoga. Karena Nama Baik atau Nama Besar seorang Rabbi Bait Allah akan sangat beresiko jika suatu saat nanti Murid yang diterima ini tidak sebaik yang diharapkan atau bahkan jika mereka gagal nantinya. Dan sudah sangat dikenal oleh seluruh orang Yahudi bahwa ajaran-ajaran dan petuah-petuah seorang Rabbi Bet Talmud itu disebut Kuk; oleh karena itu Yesus pernah menyatakan kepada semua murid-Nya (dan kepada kita juga) bahwa :

Mat 11:28-30 “… Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”

Dan setelah melalui beberapa pertimbangan dan penilain, bahkan ujian-ujian yang sangat berat oleh Rabbi dari Bait Allah, apabila Rabbi tersebut memutuskan bahwa Murid tersebut bisa menjadi Murid nya dia akan bilang “Lech Acharai!” artinya : Marilah kepada-ku/ikut aku atau Come unto me. Kami yakin banyak dari orang-orang Yahudi saat itu sudah sangat kenal dan paham dengan kalimat itu konteksnya dengan dunia Pendidikan mereka, kami yakin banyak dari Orangtua mereka atau bahkan dari Rabbi mereka di Sinagoga pernah bercerita, “Nanti kalau kamu bisa diterima seorang Rabbi dari Bait Allah dia akan bilang Lech Acharai ke kamu!“. Jadi sewaktu Yesus (di Mat 11:28) berkata kepada “calon – calon” Murid-Nya : Lech Acharai! (Kalimat tersebut adalah Bahasa Yahudi, Kitab-Kitab Perjanjian Baru ditulis dalam Bahasa Yunani) – para calon Murid Yesus terbersit didalam pikiran mereka “Aku mengenal panggilan ini“.

Seorang Rabbi Bait Allah akan sangat menguji para calon Murid nya dengan sangat berat, dan adalah sangat sulit untuk diterima oleh seorang Rabbi dari Bait Allah, dan mungkin saja untuk bertemu dengan Rabbi dari Bait Allah akan sangat sulit dan memerlukan waktu dan proses yang panjang, juga bisa saja memerlukan biaya yang sangat besar untuk bertemu dengan Rabbi dari Bait Allah – mengingat mereka hanya bisa ditemui di Yerusalem. Dan pada akhirnya nanti, seorang Murid resmi dinyatakan sebagai seorang Rabbi, harus ada pengakuan formil dan resmi oleh sedikitnya 2 (dua) orang Rabbi Bait Allah.

Tapi kita sekarang lihat Yesus…

Mat 4:18  Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea,

Mrk 1:16  Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea,

Luk 4:14  Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea.

Yoh 1:43  Pada keesokan harinya Yesus memutuskan untuk berangkat ke Galilea.

Yesus yang adalah Rabbi….Yesus yang adalah TUHAN! DIA BERJALAN SENDIRI MENCARI MURID! Dan Murid yang Dia cari bukanlah orang-orang terbaik dari dunia pendidikan, orang-orang yang Dia cari sendiri dan orang-orang yang Dia undang menjadi Murid-Nya dengan mengatakan Lech Acharai kepada mereka adalah orang-orang yang GAGAL dalam dunia Pendidikan Yahudi, yaitu Nelayan, Petani dan lain-lain. Dan Yesus berkata kepada kita semua :

Yoh 15:16  Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.

——————————————————————————————————————–

Bahasan Bahwa Yesus Tidak Berpendidikan

YOH 7:15  Maka heranlah orang-orang Yahudi dan berkata: “Bagaimanakah orang ini mempunyai pengetahuan demikian tanpa belajar!”

Ok, kita harus melihat konteks keseluruhan dan kita harus memperhatikan siapa yang berbicaranya. Yang berkata bahwa Yesus “tanpa belajar” adalah “orang-orang Yahudi” (YOH 7:15). Sedangkan di satu sisi Para Ahli Taurat dan orang-orang Farisi (yang sudah pasti mereka adalah orang-orang yang sukses dalam Kurikulum Pendidikan Yahudi) memanggil Yesus dengan panggilan Teacher/Guru atau Master (Rabbi). Dan kami sangat yakin, apabila Yesus secara resmi tidak memiliki Gelar Rabbi, para Ahli Taurat dan orang-orang Farisi TIDAK AKAN SUDI memanggil Yesus dengan sebutan Teacher/Guru atau Master (Rabbi). Jadi untuk YOH 7:15, saya lebih mempercayai para Ahli Taurat dan orang – orang Farisi ketimbang orang-orang Yahudi.

YOH 1:46  Kata Natanael kepadanya: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?”

Kenapa sebelum bertemu/melihat Yesus, Natanael menyatakan hal tersebut? Bahwa tidak adanya sesuatu yang baik datang dari Nazaret? Karena saat itu Nazareth dikenal sebagai Kota/Desa yang tidak baik, banyak orang-orang ngga bener yang berasal dari Nazareth. TAPI, Yesus itu Tuhan…betul? Betul.

Dan fakta yang lainnya, Natanael pun terhitung sebagai ORANG GAGAL. Karena kalau Natanael bukan ORANG GAGAL, seharusnya pada saat itu Natanael harusnya menjadi seorang Rabbi bukan?

Terakhir….saat Natanael menyatakan hal tersebut, dia belum pernah bertemu dan belum pernah melihat Yesus. Barulah pada saat Natanael setuju dengan Filipus untuk bertemu dengan Yesus, dan pada saat pertama kali Natanael melihat Yesus – Natanael mengakui :

Yoh 1:49  Kata Natanael kepada-Nya: “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!”

Ada 2 (dua) hal yang dinyatakan dan diakui oleh Natanael pada saat itu, yaitu :

1. Yesus itu Anak Allah dan Raja orang Israel

2. dan Yesus itu Rabbi

Natanael mengakui dan menyatakan Yesus adalah Anak Allah dan Raja orang Israel karena sebelumnya Yesus mengatakan sesuatu yang ajaib kepadanya :

Yoh 1:48  Kata Natanael kepada-Nya: “Bagaimana Engkau mengenal aku?” Jawab Yesus kepadanya: “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara.”

Ok, lalu apa yang membuat Natanael mengakui dan mengatakan bahwa Yesus adalah Rabbi?

Karena pada saat itu Natanael melihat Yesus secara langsung dan secara fisik. Natanael melihat rambut Yesus yang gondrong, serta kumis dan janggut Yesus yang lebat…dan ada satu lagi ciri khusus seorang Rabbi yang dikenakan oleh Yesus saat itu. Sebuah kain/jubah yang hanya boleh digunakan oleh seorang Rabbi atau Imam…sebuah Kain/Jubah Panjang berwarna Putih dengan beberapa pola garis berwarna biru diujungnya. Dan Natanael sebagai seorang Yahudi sudah pasti sangat mengenal Kain/Jubah itu, oleh karena itu Natanael menyatakan “Rabi, …”

Seperti yang kami sudah nyatakan sebelumnya, bahwa semua hal ini memang tidak tertulis secara gamblang di Alkitab…namun TERSIRAT. Karena kedalaman Alkitab itu tergantung dari sejauh mana kita mau menggalinya. Semoga memberkati.

Catatan Tambahan :

Diseluruh Kitab Perjanjian Baru hanya Yesus dan Paulus yang ada tertulis bahwa mereka Kotbah DI DALAM Bait Allah atau DI DALAM Rumah Ibadah. Artinya, hanya Yesus dan Paulus lah yang memiliki “Surat Izin” untuk Kotbah DI DALAM Bait Allah atau Rumah Ibadah. Sedangkan Rasul-Rasul yang lain seperti Petrus, Yohanes, Stefanus dll TIDAK PERNAH Kotbah DI DALAM Bait Allah atau Rumah Ibadah; mereka hanya Kotbah DI LUAR Bait Allah dan Rumah Ibadah.

By Ampi Yehuda colaborated with MIMIN

4 thoughts on “Yesus : Sebelum Umur 30 – PART 2

  1. Pingback: Yesus : Sebelum Umur 30 – PART 1 | GBC

Kami sangat ingin mendengar anda, GBu.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s