KONSPIRASI KESELAMATAN – Asal Muasal “Neraka” Menjadi Kekal – PART #1

inferno

oleh: Dr. Ken R. Vincent

Keselamatan Universal (Universal Salvation) adalah sebuah posisi teologi yang menyatakan bahwa SEMUA manusia akan diselamatkan. Konsep ini sudah tersedia jauh hari pada masa-masa awal ke-Kristenan, karena didukung oleh banyak ayat yang tertera di Alkitab, dan terletak pada posisi ke-dua setelah pemikiran akan Keselamatan oleh inisiasi Tuhan. Kaum Universalist tidak menampik sama sekali bahwa Neraka memang tertulis di Alkitab, namun dengan dasar pemikiran yang berbeda akan fungsi neraka tersebut; yaitu neraka sebagai tempat purifikasi (pemurnian). Tidak lama setelah itu didalam sejarah ke-Kristenan ketika beberapa kelompok meng-klaim bahwa Neraka adalah sebuah tempat yang berfungsi sebagai tempat penghukuman yang kekal, kaum Universalist menampik pemikiran tersebut dengan keyakinan mereka bahwa Tuhan itu terlalu baik untuk menghukum seseorang untuk kurun waktu yang selama-lamanya! Berita di dunia akhir-akhir ini sudah sangat dijenuhkan oleh tragedi-tragedi yang dihasilkan oleh Agama-Agama (termasuk Agama Kristen) yang sangat memaksakan cara/jalan “eksklusive” mereka kepada Tuhan, maka lalu kaum Universalist menyatakan kembali sebuah doktrin yang sudah sangat dikenal semenjak zaman awal-awal ke-Kristenan; yaitu Keselamatan untuk SEMUA!

Di dalam Postingan ini saya akan mencoba untuk menjernihkan poin-poin berikut ini:

  1. Pada 500 tahun awal dari ke-Kristenan, SEMUA orang Kristen (Pengikut Kristus) dan Teologis Kristen memeluk paham Universalisme
  2. Penterjemahan dan/atau kesalahan di dalam penterjemahan dari bahasa Yunani (bahasa asli Kitab-Kitab Perjanjian Baru) ke dalam bahasa Latin (bahasa Internasional saat itu) turut mengkontribusi kepada re-interpretasi sifat dari kata “Neraka”
  3. Penggabungan antara Gereja (Organisasi) dengan Negara (Pemerintahan) turut menyuburkan korupsi-korupsi dari dasar pemahaman Universalisme
  4. Penemuan-penemuan didalam ilmu Arkeologi Modern dan Ilmuwan-Ilmuwan Alkitab sangat mengkonfirmasikan adanya pemikiran-pemikiran Universalisme pada sejarah awal-awal ke-Kristenan
  5. Ilmuwan-ilmuwan Kristen Kontemporer menemukan bahwa Teologi Universalist sangat identik dengan dasar pemikiran Yesus

Untuk menyelidiki keberadaan paham Keselamatan Universal pada masa awal-awal 500 Tahun ke-Kristenan, tidak diragukan lagi kita harus melihat kinerja dari ilmuwan-ilmuwan terbaik berikut:

  1. Hosea Ballou II’s Ancient History of Universalism (1842)
  2. Edward Beecher’s History of Opinions on the Scriptural Doctrine of Retribution (1878)
  3. John Wesley Hanson’s Universalism, the Prevailing Doctrine of the Church for its First 500 Years (1899)

Saya telah memakai semua sumber tersebut  namun memperluas sejarah Universalisme kepada abad ke 20 untuk meng-update kelanjutan perjalanan paham Universalisme ini.

in-the-beginning-fashion-banner

Pada awalnya, ke-Kristenan adalah sebuah pemahaman (agama) yang penuh dengan pengharapan. Seperti apa yang pernah dikatakan oleh Paulus, “Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.” (Galatia 3:28). Perjamuan bersama, budaya berbagi dan tradisi didalam membantu sesama merupakan sebuah keunggulan didalam ke-Kristenan awal-awal. Dan saat itu terdapat juga kaum Wanita didalam Kerasulan (Lukas 8:2-3) dan Pelayanan (Roma 16:1), walaupun mereka semua berasal dari kebudayaan Paternalistik

Salah satu petunjuk dari Teologi ke-Kristenan mula-mula adalah dengan ditemukan sebuah Katakomba di Roma. Dimana terdapat makam dari sekumpulan orang/warga biasa yang terhiasi dengan lukisan Yesus sebagai Gembala Yang Baik – yang berjanggut dan secara virtual serupa dengan figur juruselamat dari Greco-Roman yaitu Orpheus.

good_shepherd_02b_close

Lukisan yang terkenal lainnya terdapat juga lukisan Perjamuan Terakhir (The Last Supper) dan The Magi (Tiga Orang Bijak) yang tercatat didalam kisah kelahiran Yesus.

795px-magi_28129

Tidak jarang pada zaman awal ke-Kristenan, Yesus sering digambarkan sedang melakukan mujizat dengan menggunakan tongkat ajaib!

1899-23964

Namun secara signifikan, di dalam seni lukis dan ukir pada zaman awal ke-Kristenan – Kisah Penyaliban, gambaran-gambaran penghakiman dan Neraka secara fakta sama sekali tidak didapatkan.

Sementara kita memasuki era pertengahan di Abad ke 2, terjadi pertukaran/perubahan antara perbuatan-perbuatan yang tertulis didalam “Ayat-Ayat Suci”, menjadi beralih fokus kepada interpretasi dari ayat-ayat tersebut. Salah satu penulis mula-mula dari Teologia Kristen-Universalisme yang dimana tulisan-tulisannya masih dapat kita lihat pada masa ini adalah Santo Clement dari Alexandria (150 – 254 M).

1-clement-of-alexandria-granger

Dia adalah Kepala dari Sekolah Teologia di Alexandria saat itu, yang dimana Sekolah tersebut ditutup pada akhir Abad ke 4, dan Sekolah tersebut merupakan pusat dari Teologia Universalisme dunia saat itu.

Dan murid-nya, yaitu Origen (185 – 254 M), adalah orang yang pertama kali menuliskan presentasi ke-Kristenan sebagai sebuah Sistem, dan dengan inti pemahaman didalam nya yaitu paham Universalisme. Origen adalah orang yang pertama kali memproduksi Kitab-Kitab Perjanjian Lama yang Paralel dan dilengkapi dengan bahasa Ibrani nya (bahasa asli tulisan Perjanjian Lama), terjemahan bahasa Yunani dari bahasa Ibrani tersebut, Septuaginta, dan tiga terjemahan Yunani lainnya. Origen juga adalah orang yang pertama  yang menemukan bahwa ayat-ayat di Alkitab ada yang harus diartikan secara harfiah dan ada juga yang metaforik.

origen

 

Pada Abad ke 6, Kepala dari Gereja Katolik Roma menyatakan sesat kepada semua paham dan pemikiran Universalisme serta tidak segan-segan menghukum dengan keras siapa saja yang mempercayai dan mengajarkan Universalisme, dengan begitu otoritas Gereja Katolik Roma pun menyatakan ide-ide dan pemahaman yang diajarkan oleh Origen pun sudah tidak dapat diterima lagi. Yang diantaranya adalah:

  1. Si iblis pada akhirnya dapat juga diselamatkan di akhir zaman
  2. Jiwa manusia yang Pra-Ada
  3. Kebangkitan kembali dari orang-orang jahat
  4. Proses purifikasi jiwa di neraka dapat berlangsung selama banyak Eon

Dan akhirnya, sekitar 1 (satu) abad setelah kematian Origen – Gereja Katolik Roma menghukum Origen adalah sesat, karena konsep Origen akan Bapa, Putra dan Roh Kudus tidak sesuai dengan Doktrin Resmi yang di formulasikan oleh Gereja Katolik Roma. Setelah Abad ke 6, karya-karya Origen sudah dihancurkan, namun untungnya…beberapa diantaranya selamat.

200px-edward_beecher

Menurut Edward Beecher, seorang Teologian Kongresionaris, dahulu pada zaman ke-Kristenan mula-mula, terdapat 6 (enam) Sekolah Teologia — empat diantaranya adalah Sekolah Teologia Universalisme, yaitu Alexandria , Cesarea, Antioch , dan Edessa. Sisanya mengajarkan Anihilasisme, yaitu Efesus; dan yang terakhir mengajarkan Hukuman Neraka Abadi, yaitu Gereja Latin Africa Utara. Alexandria , Cesarea, Antioch , dan Edessa mengajarkan semua ajaran-ajaran dari Origen. Namun kemudian, Theodore dari Mopsuestia memiliki basis teologi yang berbeda mengenai iman nya terhadap Keselamatan Universal, dan terjadilah perpecahan saat itu dan pengajarannya kemudian berkembang pesat di Gereja bagian dunia Timur (Nestorian) sampai saat ini.

KENGERIAN NERAKA” DI DALAM KANON DAN APOKRIFA

Salah satu kepercayaan utama dari ke-Kristenan mula-mula adalah Yesus turun ke Sheol atau Hades untuk berkata-kata kepada orang-orang yang sudah mati dan menyelamatkan mereka semua, dan sangat jelas juga tertulis di 1 Petrus 3:20 “yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu tidak taat kepada Allah,”. Gamblangnya adalah, Yesus turun ke neraka setelah kematian-Nya dan sebelum kebangkitan-Nya, dan hal ini sudah sangat dikenal saat itu oleh semua orang yang sudah menyatakan sumpah Kerasulan. Dikenal sebagai “KENGERIAN NERAKA”, hal ini adalah Tema Utama dari semua paham Universalisme, karena hal tersebut menggaris bawahi keyakinan pada zaman mula-mula bahwa Penghakiman pada akhir masa kehidupan seseorang bukanlah akhir dari segalanya dan nyatanya semua jiwa dapat diselamatkan. Dan yang menariknya, Rasul Paulus juga mencatat bahwa saat itu terdapat juga Pembaptisan bagi orang-orang yang sudah mati di 1 Korintus 15:29.

Otoritas Gereja lalu mencoba untuk meng-interpretasi ulang ayat-ayat yang terkait untuk menyempitkan kategori orang-orang yang diselamatkan dari api neraka, dari Nabi-Nabi Yahudi sampai ke orang-orang Kafir yang hidup dengan benar.

houston_poster9

Marcus Borg dan John Dominic Crossan memakai pendekatan tersebut untuk menulis buku mereka yang terakhir, berjudul “The Last Week” (Minggu-Minggu Terakhir). Buku ini berceritakan tentang penelitian mereka yang mendalam akan kegiatan Yesus di minggu-minggu terakhir sebelum Dia diangkat ke Sorga; namun di buku ini saya kecewa mereka tidak menceritakan apa yang terjadi (menurut pemahaman mereka) apa yang Yesus lakukan selama 3 hari di dalam kematian. Karena memang sebelumnya John Dominic Crossan termasuk salah satu penulis yang dikagumi oleh kalangan Universalist, khususnya di salah satu buku yang dia tulis The Cross That Spoke. Contoh, di buku tersebut dia mengkutip sebuah tulisan dari Kitab Petrus yang N0n-Kanon (tidak dimasukan kedalam susunan Alkitab) yang menyatakan bahwa:

adanya 2 (dua) malaikat yang turun dari langit untuk mengeluarkan Yesus dari makam saat Paskah pagi hari. Sewaktu dua malaikat tersebut membopoh Yesus untuk naik ke Sorga, ada Suara yang menghentikan mereka dan bertanya kepada Yesus, “Sudahkah Kau memberitakan Kabar Baik kepada semua yang tertidur?” tiba-tiba kayu salib seperti yang mengikuti tiga sosok tersebut keluar dari makam dan menjawa Suara itu, “Sudah!”.

Dalam setiap pembahasan tentang Yesus turun ke dunia orang mati/neraka, Crossan selalu mengutip beberapa ayat yang sangat universal seperti ayat-ayat dibawah ini:

1 Petrus 4:6 Itulah sebabnya maka Injil telah diberitakan juga kepada orang-orang mati, supaya mereka, sama seperti semua manusia, dihakimi secara badani; tetapi oleh roh dapat hidup menurut kehendak Allah.

Kolose 2:15 Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.

Efesus 4:8-9 Itulah sebabnya kata nas: “Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.”
Bukankah “Ia telah naik” berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?

Untuk dipahami, buku “Harrowing of Hell” pun telah diperluas dengan penemuan-penemuan ilmu Arkeologi dan juga oleh ilmuwan Teologi modern. Diantara penemuan dalam rentang waktu 100 tahun terakhir adalah tulisan Apocalypse of Peter, yang ditulis pada tahun 135 M (dan jangan anda salah mengartikan dengan Apocalypse of Peter aliran Gnostic yang ditemukan di Nag Hammadi pada tahun 1947). Untuk beberapa saat, Kitab Wahyu yang ditulis oleh Rasul Yohanes bukanlah Kitab terakhir Alkitab, melainkan Apocalypse of Peter-lha yang menjadi penutup Alkitab saat itu. Hal ini dapat kita lihat di muratori-kanon Alkitab pada masa Gereja mula-mula, dapat juga kita lihat dari tulisan-tulisan St. Clement dari Alexandria. Begitu juga didalam tulisan Petrus yang terdapat di Ethiopia ada dinyatakan bahwa Petrus meminta kepada Yesus untuk menaruh belas kasihan kepada mereka yang masuk ke Neraka, dan Yesus menjawab Petrus bahwa mereka semua pada akhirnya nanti akan diselamatkan juga. Kemudian, Petrus menulis surat kepada anaknya Clement bahwa dia harus merahasiakan jawaban Yesus tersebut agar orang-orang yang bodoh tidak mengetahui hal tersebut dan menyia-nyiakan hidup mereka. Hal ini pun terulang didalam Buku Kedua Orang Bijak dari Sibyline dimana mereka memohon ampun atas dosa-dosa orang yang ada di neraka dan pada akhirnya mereka semua diselamatkan karena doa-doa orang benar.

Jika Anda mempelajari secara seksamam, didalam surat-surat para Rasul, yang semuanya ditulis pada Abad ke 2, juga menyebutkan bahwa doa-doa kita dapat mempengaruhi pengampunan Tuhan atas orang-orang yang sudah mati. Ada juga tulisan Odes of Solomon pada Abad ke 2, yang baru saja ditemukan pada awal Abad ke 20, tulisan tersebut pada awalnya dinyatakan berasal dari orang Yahudi, namun selanjutnya diralat sebagai tulisan orang Gnostic, dan sekarang justru dinyatakan sebagai tulisan ke-Kristenan pada masa awal-awal Kristen terbentuk. Didalamnya terdapat tulisan bahwa Yesus menyelamatkan orang-orang mati di Neraka ketika mereka menangis dan memohon kepada-Nya, “Anak Allah, kasihanilah kami!”. Dalam susunan Kitab-Kitab Injil pada zaman Abad ke 4 dan 5, Injil Nikodemus (atau biasa dikenal sebagai Kisah Pilates) masih belum dikeluarkan dari Alkitab, didalam terjemahan Yunani nya Yesus menyelamatkan semua manusia, namun didalam terjemahan Latin nya Yesus hanya menyelamatkan orang-orang yang sebelumnya pernah menjadi Kristen.

Di dunia ini kita sering mendapatkan berita orang yang telah mati secara klinis dan tidak lama kemudian mereka hidup kembali. Menariknya, bagi orang-orang yang selama hidupnya terfokus kepada kengerian Neraka dan penghukuman, mereka akan menyatakan pengalaman yang gelap saat jantung mereka dinyatakan “Flat-Line”; dan mereka bersaksi bahwa kehadiran mereka seperti yang ditolak oleh Allah Bapa dan/atau Yesus.

KEBINGUNGAN ANTARA GEREJA/AGAMA DAN PEMERINTAH

Banyak orang menyatakan bahwa masa terbaik ke-Kristenan adalah pada saat 300 tahun pertama nya, sebuah masa yang ternyata keberagaman doktrin sangat besar sekali, berikut juga dengan kreatifitas dan pengharapannya. Walaupun sanksi hukum saat itu banyak sekali menguntungkan ke-Kristenan (seperti tidak boleh melemparkan orang Kristen ke kandang singa!), namun banyak sekali vitalitas dari Gereja yang tergolong muda saat itu menjadi terkompromi. Era baru ke-Kristenan dimulai saat Kristen dilegitimasi menjadi suatu agama yang bersandingan dengan Hukum dan Pemerintahan; awalnya pada Abad ke 4 oleh Raja Armenia, selanjutnya oleh Constantine dari Roma, dan akhirnya oleh Raja Ethiopia. Constantine sebagai orang Militer menginginkan segala sesuatunya penuh oleh standarisasi. Lalu dia membuat suatu ajang besar bernama Konsili Nicea, dia yang membuat itu karena pada masa itu seorang Uskup bukanlah Paus. Seorang Uskup menjadi Paus (Pemimpin Katolik Roma Tertinggi) baru pada Tahun 752 M. Pada tahun tersebut Charlemagne mengakui Uskup Roma adalah seorang Paus, dan Paus Leo III membalas kemewahan tersebut dengan meligitimasi Charlemagne sebagai Kaisar Kudus Roma. Dan harus dicatat bahwa pada Abad ke 6 Kaisar Justinian (BUKAN Paus) menyatakan kepada Dewan Gereja saat itu bahwa Universalisme adalah sesat.

SEMINAR YESUS MENDUKUNG UNIVERSALISME

jesus-seminar

Kira-kira lebih dari 150 ilmuwan-ilmuwan Alkitab berkumpul dan menganalisa Kitab-Kitab Injil untuk menentukan perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan yang mana yang benar-benar berasal dari Yesus secara otentik. Dari pertemuan tersebut menghasilkan sesuatu yang istimewa yaitu Kitab-Kitab Injil versi Ilmuwan Alkitab (Scholars’ Editions). Bagi kaum Universalist, kami mengetahui bahwa banyak ketidaksengajaan dari hasil yang mereka kemukakan yang mendukung paham-paham Universalist; dan sampai akhirnya ayat-ayat yang mendukung Universalisme tersebut adalah otentik perkataan dan perbuatan Yesus secara langsung; berbeda dengan pengajaran-pengajaran John Calvin yang terbilang hanya didukung oleh sedikit ayat dari terjemahan mereka seperti, Matt 6:10 dan 10:29. Anda dapat menyeledikinya sendiri dengan megunduh dan/atau membeli salinan terjemahan mereka.

KESALAHAN DALAM PENTERJEMAHAN DAN KEBENCIAN TERHADAP PIHAK LAINNYA

Salah satu tenan inti dari paham Universalisme adalah semua hukuman yang terjadi di Neraka bersifat remedial, kuratif dan pemurnian. Dan ke-Kristenan dunia barat pada umumnya memiliki bahasa inti yaitu Yunani, bahasa asli Kitab-Kitab Perjanjian baru. Yang menariknya, bagi kaum Universalist yang aseli orang Yunani merasa tidak pernah perlu menjelaskan arti sebenarnya dari kata-kata seperti “aion” and “aionion”. Didalam bahasa Yunani, kata aion (Inggris: eon) adalah sebuah rentang waktu yang tidak terdifinit, umumnya “sangat lama”. Latin Vulgate, “aion” menjadi “aeternam” yang artinya Eternal/Kekal. Terjemahan ini menjadi suatu kesalahan ketika pembahasannya terfokus kedalam Neraka Kekal.

Orang pertama yang menulis tentang Neraka Kekal adalah Tertullian yang berasal dari Afrika Utara Latin, yang dianggap sebagai Bapak dari Gereja Latin.

tertullian_2

Sama seperti kepercayaan orang pada umumnya, dia berkata bahwa Nereka adalah sebuah tempat yang dimana kita tidak mau berada! Tertullian berfantasi bahwa tidak hanya orang kejam yang ada Neraka, namun juga semua Filosofis dan Teologis yang pernah berargumen dengan dia! Dia juga membayangkan suatu waktu dimana dia akan melihat kebawah dari Sorga, ke Neraka tempat orang-orang di bakar dan dia akan menertawai mereka sampai terpingkal-pingkal!

Secara umum, orang yang bertanggung jawab menjadikan Neraka seperti yang orang banyak percayai saat ini adalah Santo Augustine (354 – 430 M).

ahippo

Sewaktu muda nya, Ibu nya mengusir dia dari rumah karena dia memeluk paham Manichean Gnostic. Kemudian hari, dia menolak paham tersebut dan kembali kepada Gereja Roma dimana dia diangkat menjadi Uskup Hippo di Afrika. Dia tidak memahami bahasa Yunani, walau dia mencoba mempelajarinya dia tetap membenci bahasa Yunani. Yang disedihkan adalah ketidak pahamannya akan bahasa Yunani yang mencuatkan kesalahpahaman akan arti Neraka Kekal didalam ke-Kristenan Dunia Barat sampai saat ini. Dia menyatakan bahwa Neraka bukan saja tempat untuk orang jahat, namun juga untuk semua Non-Kristen, berlanjut lagi kepada semua orang yang belum pernah di Baptis sebelumnya.

Sudah bisa Anda bayangkan sekarang, bahwa saat itu banyak kaum Universalime sangat berhati-hati didalam menyatakan dan memberitakan kepercayaan mereka. Karena banyak yang meyakini kalau konsep Neraka dihilangkan, orang-orang akan masuk kedalam kehidupan yang penuh akan kesia-siaan. Dunia Psikologi saat ini mengkonfirmasi bahwa Cinta/Kasih memiliki dan memberikan kekuatan yang lebih besar dari Rasa Takut. Sebaliknya, ke-Kristenan yang eksklusive lah yang membawa kemarjinalan akan kemanusiaan dan berfikir bahwa Perang dan Kekejaman terhadap pihak yang lain dapat dibenarkan karena mereka toh akam masuk Neraka juga! Pemikiran yang penuh akar pahit ini lah yang memimpin era-era kegelapan dari perburuan para penyembah berhala, tertuduh penyihir sampai ke Holocaust!

holocaust

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

BERLANJUT KE PART #2

Kami sangat ingin mendengar anda, GBu.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s